BERKAH RAMADHAN

Monday, April 18, 2022

BERKAH RAMADHAN

Kota Tasikmalaya, 18 April 2022




"Ada seseorang yang mengadu kepada Nabi Muhammad tentang kerasnya hati. Nabi menjawab: Silakan beri makan orang miskin dan usap kepala anak yatim,”

( bnu Hajar Al-Asqalani )

Acara Silahturahim dan santunan anak Yatim bertempat di Mesjid Al Muhajirin yang berlokasi di Perum Intan Regency Kelurahan Cipedes Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya yang di hadiri Camat Cipedes, Lurah Cipedes, Babinsa Cipedes berikut unsur Pemerintahan di Kota Tasikmalaya yang di dampingi Bapak Rw.15 dan para RT dan juga DKM Mesjid Al Muhajirin

loading...
loading...

HARI JADI MITPOL JPKPemerintah

Tuesday, January 5, 2021

HARI JADI MITPOL JPKPemerintah

DivMITPOL JPKPemerintah Jawa Barat Dalam hari jadi  MITPOL ke 1, mengucapkan Terima kasih Banyak atas ucapan selamat dari Kepolisian semoga Mitpol kedepannya senantiasa selalu bersinergi dalam memlihara Kamtibmas






loading...
loading...

GEMURUH KOTA TASIK PERINGATI HUT NasDem KE 9

Friday, November 13, 2020

GEMURUH KOTA TASIK PERINGATI HUT NasDem KE 9

Dalam rangka merayakan HUT ke-9 DPD Gemuruh NasDem Kota Tasikmalaya melakukan kegiatan sosial dengan membagikan sembako untuk para Jompo / Lansia.


Ketua DPD Gemuruh Kota Tasikmalaya Sdr. Usep Yana mengatakan "Giat disini kita Bisa melakuka bansos ini bukan Karena Ada, Berani Berkorban Bukan Berarti Kaya, Berbuat Bukan Berarti Perintah, Tapi semua itu adalah keterpanggilan Jiwa dalam Perpekftif PEDULI"




loading...
loading...

AUDENSI DIVISI MITPOL JPKPemerintah dan KABAHARKAM MABES POLRI

Thursday, September 3, 2020

AUDENSI DIVISI MITPOL JPKPemerintah dan KABAHARKAM MABES POLRI


Jakarta, 2 September 2020 Pada pertemuan dalam memenuhi panggilan audensi bersama Kabaharkam Mabes Polri , Mitpol JPKPemerintah yang di pimpin langsung ketua umum yaitu Theyo Kustiyo, S.TH didampingi Ketua Mitpol JPKPemerintah Jabar Usep Yana, SS beserta rombongan yang di terima dengan sangat baik oleh Dirditbinmas Brigjen Pol. H. Tajuddin, M.H beserta jajarannya , yang juga di hadiri oleh kasubditbinmas AKBP Drs. R. Pardosi.

Brigjen Pol. H. Tajuddin, M.H memaparkan :
Usia 74 tahun bukanlah waktu sebentar bagi Korps Bhayangkara untuk membangun diri, dan melaksanakan tugas menjaga kamtibmas, menegakkan hukum, mengayomi dan melayani masyarakat.

Jumlah personel Polri dari tahun ke tahun terus bertambah, seiring dengan pertumbuhan penduduk. Saat ini anggota Polri mencapai 470 ribu lebih. Sedangkan jumlah penduduk Indonesia yang di layani mencapai 269 juta jiwa. Perbandingan yang jauh dari ideal.

Tugas dan fungsi pokok kepolisian adalah sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat. Dalam memelihara kamtibmas, memberi rasa aman pada masyarakat serta menegakkan hukum, sederet prestasi sudah dicapai oleh jajaran kepolisian. Mulai dari mengungkap kejahatan konvensional, kejahatan lintas negara, narkoba, terorisme dan kejahatan lainnya.

Prestasi tersebut harus diapresiasi. Namun seiring dengan perkembangan zaman yang begitu pesat, baik jenis kejahatan kovensional, kejahatan lewat dunia maya (cyber crime) atau kejahatan menggunakan teknologi informasi serta kejahatan menyangkut dunia politik, tantangan Polri ke depan semakin berat.

Di era globalisasi dan demokratisasi ini, harapan masyarakat terhadap kinerja Korps Bhayangkara semakin besar. Seiring dengan kian pesatnya perkembangan zaman dan semakin derasnya arus informasi, masyarakat pun semakin kritis. Itu artinya, kemampuan sumber daya manusia (SDM) Polri harus terus ditingkatkan.

Indonesia saat sedang berada dalam kondisi prihatin akibat pandemi Covid-19 di mana semua elemen masyarakat ikut merasakannya. Sektor ekonomi ikut terpukul selain juga krisis kesehatan. Kondisi ini bisa berimbas pada gangguan kamtibmas bila seluruh elemen masyarakat tidak berperan dalam menjaga kondusifitas keamanan.

HUT ke 74 Polri tahun ini mengangkat tema ‘Kamtibmas Kondusif Masyarakat semakin Produktif’. Tema ini menunjukkan betapa dalam kondisi keprihatinan saat ini, jajaran kepolisian tetap hadir di tengah-tengah masyarakat.

Harus diakui, kondisi kamtibmas yang kondusif akan mendorong masyarakat menjadi lebih produktif. Polisi harus bergandengan dengan semua elemen masyarakat untuk mengatasi persoalan di negeri ini, bukan hanya kamtibmas semata, tapi juga persoalan sosial lainnya. pengertian dan pemahaman tentang Kamtibmas.

Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), Keamanan yang asal katanya aman adalah suatu kondisi yang bebas dari segala macam bentuk gangguan dan hambatan. Sedangkan pengertian Ketertiban adalah suatu keadaan dimana segala kegiatan dapat berfungsi dan berperan sesuai ketentuan yang ada.

Pengertian Kamtibmas menurut Pasal 1 Undang-undang Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2002 disebutkan bahwa pengertian Kamtibmas adalah: Keamanan dan ketertiban masyarakat adalah suatu kondisi dinamis masyarakat sebagai salah satu prasyarat terselenggaranya proses pembangunan nasional dalam rangka tercapainnya tujuan nasional yang ditandai oleh terjaminnya keamanan, ketertiban, dan tegaknya hukum, serta terbinanya ketentraman yang mengandung kemampuan membina serta mengembangkan potensi dan kekuatan masyarakat dalam menangkal, mencegah, dan menanggulangi segala bentuk pelanggaran hukum dan bentuk-bentuk gangguan lainnya yang dapat meresahkan masyarakat.

Perkataan aman dalam pemahaman tersebut mengandung 4 (empat) pengertian dasar, yaitu:

Security yaitu perasaan bebas dari gangguan fisik dan psikis;Surety yaitu perasaan bebas dari kekhawatiran;Safety yaitu perasaan terlindung dari segala bahaya; danPeace yaitu perasaan damai lahiriah dan batiniah.

Bimbingan Masyarakat (Bimmas) Polri pada dasarnya merupakan segala kegiatan terencana dan berkesinambungan dalam rangka membina, mendorong, mengarahkan dan menggerakkan masyarakat agar menjadi paham dan taat kepada peraturan per-Undang-undangan dan norma-norma sosial lainnya serta berperan aktif dalam menciptakan, memelihara dan meningkatkan ketertiban dan keamanan swakarsa.

Sedangkan makna kata tertib dan ketertiban dalam Undang-undang tersebut adalah suatu kondisi dimana unit sosial termasuk di dalamnya adalah warga masyarakat dengan segala fungsi dan posisinya dapat berperan sebagaimana ketentuan yang ada.

Pertemuan dengann  Baharkam ( Badan pemeliharaan keamanan ) Korbinmas ,Ditbintibmas & Ditbinppolmas berjalan lancar dan dari pengurus Mitpol yang hadir sangat komunikatif, dan diskusi berjalan dengan baik, dari Ditbintibmas menyampaikan dengan bahasa lokal/dengan canda gurau tapi serius.

Ditbintibmas mengucapkan bayak terimakasih atas Partisipasi dari Mitpol JPKPemerintah dalam mewujudkan kamtibmas kondusif masyarakat produktif.

Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Kepolisian Negara Republik Indonesia bertugas:

melaksanakan pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli terhadap kegiatan masyarakat dan pemerintah sesuai kebutuhan;
menyelenggarakan segala kegiatan dalam menjamin keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di jalan;
membina masyarakat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, kesadaran hukum masyarakat serta ketaatan warga masyarakat terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan;
turut serta dalam pembinaan hukum nasional;
memelihara ketertiban dan menjamin keamanan umum;
melakukan koordinasi, pengawasan, dan pembinaan teknis terhadap kepolisian khusus, penyidik pegawai negeri sipil, dan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa;
melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap semua tindak pidana sesuai dengan hukum acara pidana dan peraturan perundang-undangan lainnya;
menyelenggarakan identifikasi kepolisian, kedokteran kepolisian, laboratorium forensik dan psikologi kepolisian untuk kepentingan tugas kepolisian;
melindungi keselamatan jiwa raga, harta benda, masyarakat, dan lingkungan hidup dari gangguan ketertiban dan/atau bencana termasuk memberikan bantuan dan pertolongan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia;
melayani kepentingan warga masyarakat untuk sementara sebelum ditangani oleh instansi dan/atau pihak yang berwenang;
memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan kepentingannya dalam lingkup tugas kepolisian; serta
melaksanakan tugas lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Baharkam, papar Korbinmas  DirDitbintibmas adalah menjalankan fungsi preemptive dan preventif. "Dan kita di Baharkam Polri ini pekerjaannya lebih besar daripada pekerjaan represif (reserse). Ditambah kita memiliki Pamobvit, Satwa, dan Polairud. Baharkam adalah miniatur Polri karena memiliki tugas yang lengkap: preemptive, preventif, dan represif," katanya..

Apalagi saat pandemi covid 19 di harapkan peran serta masyarakat khususnya divisi Mitpol JPKPemerintah lebih aktif dan ikut bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk melakukan tindakan preventif ' sosialisasi tentang penggunaan masker dll.

Dan segera membentuk  dan menjalin kemitraan mulai dari Polsek, Polres ,Polda sampai kepada Mabes polri.
loading...
loading...

Saturday, August 22, 2020

SINERGITAS JPKPemerintah, WCD, 57 KOMUNITAS, LSM,OPP MENYONGSONG 19 SEPTEMBER



KOTA CIREBON - " Takkan banyak kata yang terucap dari mulut saya, sejatinya masalah sampah di Kabupaten Cirebon bukan masalah pemerintah saja,akan tetapi sudah menjadi masalah kita bersama, Kabupaten Cirebon sudah darurat sampah,oleh karena itu diharapkan seluruh steak holder ( pemanku kepentingan ), komunitas, LSM, ORMAS dan OPP harus saling bahu membahu untuk mengatasi masalah tersebut" itulah sekelumit sambutan yang dipaparkan oleh Lien T Kartini 'sebagai Leader WCD Kabupaten Cirebon, yang sekligus beliau sebagai ketua DPD JPKPemerintah Kabupaten Cirebon.

Acara tersebut digelar di Pendopo Bupati Cirebon, Jl Kartini kota Cirebon, Sabtu, 22-08-2020 ). Dalam diskusi tersebut sebagai moderator Maman Kadarisman Kadiv. MITPOL JPKPemerintah Cirebon, pembawa materi Aiman, kang Lutfi ketua DPRD Kabupaten Cirebon juga turut hadir.


Dalam sambutannya kang Lutfi berujar, "Kita sepakat bahwa masalah sampah yang tidak kunjung terselesaikan di Kabupaten Cirebon ini adalah tanggung jawab pemerintah dan jajarannya, kemudian dijawab oleh yang hadir dengan mengiyakan pertanyaan tersebut."

Sejatinya acar tersebut diinisiasi sebagian besar oleh punggawa JPKPemerintah. Acara tersebut digelar oleh JPKPemerintah dan rekan LSM, ORMAS, OPP, dan pegiat lingkungan. "Asa JPKPemerintah adalah ingin menjadi besar seperti GREENPEACE, sebagai barometer pegiat lingkungan hidup tingkat dunia" celotehan Ato Sumarto sambil menerawang jauh menembus cakrawala."

Sejatinya untuk merubah mindset ( pola pikir ), perilaku buruk membuang sampah sembarang, itu dimulai sejak dini contohnya ditingkat play group dan TK, atau bila perlu Disdik memasukkan sampah sebagai kurikulum muatan lokal, sejatinya kalau ditanamkan sedini mungkin, bagaimana caranya membuang sampah yang benar, akan teringat terus sampai hayat masih dikandung badan ( sampai tua ). Buktinya peringatan jangan membuang sampah sembarang, tak pernah digubris,karena merubah pola pikir orang tua itu susah, dibandingkan menanamkan pola pikir anak usia dini, ada peribahasa mengatakan belajar diwaktu kecil bagaikan mengukir diatas batu, belajar sesudah dewasa bagaikan mengukir diatas air," tutur Lien T Kartini sebagai ketua JPKP Kabupaten Cirebon ( lebih akrab teh Lien ).

Angan kang Ato Sumarto sebagai aktifis JPKPemerintah bagaimana Indonesia bisa seperti Singapura, air sungai mengalir bersih dengan ikan berwarna warni indah hilir mudik, tidak ada sampah yang menggunung dan bau tidak sedap,akan kah harapan itu terwujud ? Ataukah hanya asa yang kosong ?Wolohu a'lam bi showab.

Acara tersebut diakhiri dengan yel - yel yang dipimpin oleh Maman Kadarisman : Jangan nyampah titik , jangan nyampah titik , jangan nyampah titik , kemudian diikuti oleh seluruh anggota yang hadir -Miski Addahil-
loading...
loading...